10 Tips Menyimpan ASI yang Baik

ASI yang baikASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan utama dan makanan terbaik untuk bayi sehat usia 0-6 bulan. Setelah itu pemberian ASI dilanjutkan sampai usia 2 tahun --sering disebut dengan ASI eksklusif-- disertai dengan pemberian makanan tambahan atau pendamping.                                  
Di zaman modern ini tidak bisa dipungkuri semakin banyak wanita para ibu muda yangsibuk bekerja, mungkin Anda termasuk salah satunya? Sebagai seorang ibu tentunya Anda menginginkan makanan terbaik untuk bayi Anda bukan? Nah, selain masalah ASI yang tidak lancar, sebagai wanita karir, tentunya seorang ibu tidak dapat memberikan ASI untuk bayi tercinta disaat bekerja.
  

Lalu bagaimana mengatasinya? Salah satu cara yang terbaik agar tetap bisa memberi ASI kepada bayi tanpa mengganggu waktu bekerja adalah dengan memompa ASI dan menyimpan ASI yang baik, sehingga bisa diberikan kapan saja dan dimana saja oleh pengganti ibu dalam mengasuh bayi tercinta.
                                      
menyimpan asi bagi ibu bekerja

Berikut ini 10 tips menyimpan ASI yang baik:
                                                        
1. Pastikan alat pompa dan botol tempat menyimpan ASI dalam kondisi steril. Sterilisasi peralatan khusus makanan dan minuman bayi bisa dilakukan dengan merebusnya di air mendidih, menggunakan digital sterilizer, dengna uap panas (steam sterilization), air dingin (cold water sterilization). Baca juga 10 Tips membersihkan botol untuk menyimpan ASI.
                                                    
menyimpan asi yang baik
Digital Sterilizer
                                                         
2. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir sebelum memompa.
                                                      
3. Bersihkan area puting dengan lap yang dibasahi dengan air hangat sebelum memulai memompa.
                                                              
4. Sebaiknya gunakan botol dari kaca untuk tempat menyimpan ASI yang baik. Kelebihan botol kaca antara lain: lemak ASI tidak menempel, mudah dibersihkan, dan lebih baik dibanding dengan botol plastik yang dapat mengeluarkan zat-zat karsinogen saat dipanaskan.
                                                                
botol kaca menyimpan asi
Botol kaca dengan penutup karet
                                                                          
5. Isi ASI dalam botol dengan menyisakan minimal 4 cm dari bagian atas botol, hindari mengisi botol secara penuh karena ASI akan mengembang.
                                        
6. Pastikan botol berisi ASI ditutup rapat. Biasanya botol kaca sudah dilengkapi dengan tutup karet yang rapat agar isi dalam botol kedap udara.
                                      
7. ASI yang disimpan dalam suhu ruang, tahan untuk 6 jam, jika dimasukan ke dalam kulkas tahan untuk 3 hari, dan jika dimasukan ke dalam freezer bisa tahan selama 1 bulan.
                                               
8. Panaskan botol berisi ASI yang dingin di dalam air panas agar suhu ASI menjadi netral. Hindari mencairkan ASI dengan microwave karena akan merusak kandungan zat-zat dalam ASI.
                                        
9. Jangan memberikan ASI tersebut jika belum benar-benar telah cair dan menjadi susu. Kemudian aduk secara merata untuk memisahkan krim dalam ASI.
                                             
10. Berikan ASI secukupnya, ASI yang sudah diminum dan tidak habis jangan dimasukan ke lemari pendingin lagi dan harus segera dibuang dalam 6 jam. Jangan sekali-kali memberikan ASI yang telah berbau asam.
_
                                                                   
Demikian 10 Tips menyimpan ASI yang baik. Buah hati Anda tercinta adalah harta yang tak ternilai harganya, berikanlah yang terbaik dan konsultasikan dengan dokter Ahli untuk hasil yang lebih baik.



[berbagai sumber]
Share on Google Plus